Kamis, 17 Januari 2013

Septictank




     Septictank, adalah bak untuk menampung air limbah yang digelontorkan dari WC (water closet), konstruksi septictank ada disekat dengan dinding bata dan diatasnya diberi penutup dengan pelat beton dilengkapi penutup control dan diberi pipa hawa T dengan diameter ΓΈ1 ½ “, sebagai hubungan agar ada udara / oksigen ke dalam septictank sehingga bakteri – bakteri menjadi subur. Sebagai pemusnah kotoran – kotoran atau tinja yang masuk ke dalam bak penampungannya.

Fungsi Septictank;
  • Sebagai penampungan air limbah & proses penghancuran kotoran – kotoran yang masuk, air limbah ini akan mengalir ke rembesan/ sumur peresapan yang jaraknya tidak jauh dari septictank, begitu juga penempatan septictank tidak terlalu jauh dari WC (water closet)
  • Hubungan septictank dan rembesan, berupa pipa paralon yang diujungnya diberi lubang – lubang agar aliran air limbah dapat merata pada lubang rembesannya.
  • Tidak semua saluran air kotor dialirkan ke arah bak septictank, jadi aliran air limbah yang masuk ke septictank hanya dari WC saja.

Kusen-Kusen




    Kusen merupakan bagian dari konstruksi pada dinding bangunan yang mempunyai fungsi perletakan dan duduknya daun pintu dan daun jendela.
      Kusen pintu merupakan penghubung antar ruang dan berfungsi juga untuk sirkulasi udara segar antar ruang serta kemungkinan sinar atau cahaya matahari yang menambahkan suasana interior menjadi nyaman dan segar.
      Type kusen dapat direncanakan untuk pemasangan penutup satu daun pintu atau dua daun pintu. Umumnya dua daun pintu dipasang pada pintu masuk teras depan, jika penutup lebih dari dua daun pintu biasanya untuk pintu atau kusen jendela yang harus diperhatikan, antara lain:
a)          Telinga kusen sebagai penguat atau ikatan dalam pasangan dinding bata.
b)    Angkur yang dipasang biasanya tiga buah ditempatkan pada tiang kusennya kiri-kanan dengan diameter 10mm, termasuk juga untuk locis(neut), yaitu dibawah tiang kusen yang dicor dengan beton sehingga 10-15cm.
c)    Pada saat pembuatan kusen harus diperhatikan jenis kayu yang bik(kamper smarinda) dan titik cacat, pada saat purus dan pen dipasang agar dipasang lat penarik lebih dulu agar diyakini konstruksi kusen kuat dan menyiku.
d)     Ventilasi kusen dapat dibuat dengan jalusi atau krepyak sebagai bagian yang penting untuk sirkulasi udara segar.
e)    Penempatan sponeng kusen khusus kusen pintu masuk diteras depan agar ditempatkan dibagian dalam jadi daun pintu membukanya kedalam, begitu juga untuk di kamar mandi dan wc penempatan sponing di dalam jadi membuka pintunya ke arah dalam kamar mandi dan wc.

Rollag



    Pondasi rollag merupakan pondasi yang memiliki daya tahan terhadap beban ringan. Dan merupakan pondasi sederhana yang fungsinya bukan menyalurkan beban bangunan, melainkan untuk menyeimbangkan posisi lantai agar tidak terjadi amblas pada ujung lantai. Pondasi ini biasanya digunakan untuk membuat teras rumah, fun gsinya hamper sama dengan sloof gantung namun rollag bata tidak sekuat sloof gantung dan tidak semahal sloof gantung. Oleh karena itu pondasi rollag hanya digunakan untuk pondasi pada teras.

Ring Balok





       Ring Balk (atau ada pula yang menyebut ring balok atau balok saja) adalah salah satu bagian dari struktur bangunan yang terletak diatas dinding bata. Selain itu, ring balk berfungsi sebagai pengikat pasangan bata dan meratakan beban dari struktur diatasnya. Contoh beban dari struktur yang berada diatas ring balk adalah beban yang diterima oleh kuda-kuda bangunan. Menurut sebuah sumber, jarak pemasanagn ring balk maksimum adalah 4 meter dari sloof. Tapi idealnya 3 meter. Mengenai ukuran daripada ring balk ini sendiri, sebuah gambar denah rumah dari sebuah biro arsitek yang pernah saya pelajari menggunakan ukuran 10 x 10 cm.
      Namun sumber lain menyebutkan bahwa ukuran ring balk yang biasa di gunakan adalah 15 x 15  cm dengan tulangan pokok besi beton 4 d – 8 mm dan begel d 6 – 15 cm.
Flag Counter